Pengantar Alogaritma

0
11
Apakah Itu Algoritma
Ditinjau dari asal-usul katanya, kata Algoritma sendiri mempunyai sejara yang aneh. Orang hanya menemukan kata algorism yang berarti proses menghitung dengan angka arab. Anda dikatakan algorist jika Anda menghitung menggunakan angka arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi Algorism. Al-Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Al Jabar Wal-Muqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The book ofrestoration and reduction).
 
Definisi Algoritma
 
“Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis”. Kata logis merupakan kata kuncidalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar.Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah untuk melakukan pekerjaan tertentu. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma adalah, pertama, algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan. Tidak peduli sebagus apapun algoritma, kalau memberikan keluaran yang salah,
pastilah algoritma tersebut bukanlah algoritma yang baik.
 
 
Bab I : Pengantar Algoritma dan Program
 
Pertimbangan kedua yang harus diperhatikan adalah kita harus mengetahui seberapa baik hasil yang dicapai oleh algoritma tersebut. Hal ini penting terutama pada algoritma untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan aproksimasi hasil (hasil yang hanya berupa pendekatan). Algoritma yang baik harus mampu memberikan hasil yang sedekat mungkin dengan nilai yang sebenarnya. Ketiga adalah efisiensi algoritma. Efisiensi algoritma dapat ditinjau dari 2 hal yaitu efisiensi waktu dan memori. Meskipun algoritma memberikan keluaran yang benar (paling mendekati), tetapi jika kita harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan keluarannya, algoritma tersebut biasanya tidak akan dipakai, setiap orang menginginkan keluaran yang cepat. Begitu juga dengan memori, semakin besar memori yang terpakai maka semakin
buruklah algoritma tersebut. Dalam kenyataannya, setiap orang bisa membuat algoritma yang berbeda
untuk menyelesaikan suatu permasalahan, walaupun terjadi perbedaan dalam menyusun algoritma, tentunya kita mengharapkan keluaran yang sama. Jika terjadi demikian, carilah algoritma yang paling efisien dan cepat.
 
1.1.2. Beda Algoritma dan Program
Program adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman. Beberapa pakar memberi formula bahwa:
Program = Algoritma + Bahasa (Struktur Data) Bagaimanapun juga struktur data dan algoritma berhubungan sangat erat pada sebuah program. Algoritma yang baik tanpa pemilihan struktur data yang tepat akan membuat program menjadi kurang baik, demikian juga sebaliknya.
 
ALGORITMA & PEMROGRAMAN: Teori dan Praktik dalam Pascal Edisi Kedua
 
Pembuatan algoritma mempunyai banyak keuntungan di antaranya:
 
1. Pembuatan atau penulisan algoritma tidak tergantung pada bahasa
 
pemrograman manapun, artinya penulisan algoritma independen dari
 
bahasa pemrograman dan komputer yang melaksanakannya.
 
2. Notasi algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa
 
pemrograman.
 
3. Apapun bahasa pemrogramannya, output yang akan dikeluarkan sama
 
karena algoritmanya sama.
 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat algoritma:
 
1. Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah.
 
Deskripsi tersebut dapat ditulis dalam notasi apapun asalkan mudah
 
dimengerti dan dipahami.
 
2. Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma seperti
 
notasi bahasa pemrograman. Notasi yang digunakan dalam menulis
 
algoritma disebut notasi algoritmik.
 
3. Setiap orang dapat membuat aturan penulisan dan notasi algoritmik
 
sendiri. Hal ini dikarenakan teks algoritma tidak sama dengan teks
 
program. Namun, supaya notasi algoritmik mudah ditranslasikan ke
 
dalam notasi bahasa pemrograman tertentu, maka sebaiknya notasi
 
algoritmik tersebut berkorespondensi dengan notasi bahasa
 
pemrograman secara umum.
 
4. Notasi algoritmik bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu
 
pseudocode dalam notasi algoritmik tidak dapat dijalankan oleh
 
komputer. Agar dapat dijalankan oleh komputer, pseudocode dalam
 
notasi algoritmik harus ditranslasikan atau diterjemahkan ke dalam
 
notasi bahasa pemrograman yang dipilih. Perlu diingat bahwa orang
 
yang menulis program sangat terikat dalam aturan tata bahasanya dan
 
spesifikasi mesin yang menjalannya.
 
5. Algoritma sebenarnya digunakan untuk membantu kita dalam
 
mengkonversikan suatu permasalahan ke dalam bahasa pemrograman.
 
6. Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptual, supaya dapat
 
dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus ditranslasikan ke dalam
 
notasi bahasa pemrograman. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
 
pada translasi tersebut, yaitu:
 
a. Pendeklarasian variabel
 
Untuk mengetahui dibutuhkannya pendeklarasian variabel dalam
 
penggunaan bahasa pemrograman apabila tidak semua bahasa
 
pemrograman membutuhkannya.
 
b. Pemilihan tipe data
 
Apabila bahasa pemrograman yang akan digunakan membutuhkan
 
pendeklarasian variabel maka perlu hal ini dipertimbangkan pada
 
saat pemilihan tipe data.
 
c. Pemakaian instruksi-instruksi
 
Beberapa instruksi mempunyai kegunaan yang sama tetapi masingmasing
 
memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
 
d. Aturan sintaksis
 
Pada saat menuliskan program kita terikat dengan aturan sintaksis
 
dalam bahasa pemrograman yang akan digunakan.
 
e. Tampilan hasil
 
Pada saat membuat algoritma kita tidak memikirkan tampilan hasil
 
yang akan disajikan. Hal-hal teknis ini diperhatikan ketika
 
mengkonversikannya menjadi program.
 
f. Cara pengoperasian compiler atau interpreter.
 
Bahasa pemrograman yang digunakan termasuk dalam kelompok
 
compiler atau interpreter.
 
1.1.3. Algoritma Merupakan Jantung Ilmu Informatika
 
Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang
 
ilmu komputer yang mengarah ke dalam terminologi algoritma. Namun,
 
jangan beranggapan algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja.
 
Dalam kehidupan sehari-hari pun banyak terdapat proses yang dinyatakan
 
dalam suatu algoritma. Cara-cara membuat kue atau masakan yang
 
dinyatakan dalam suatu resep juga dapat disebut sebagai algoritma. Pada
 
setiap resep selalu ada urutan langkah-langkah membuat masakan. Bila
 
langkah-langkahnya tidak logis, tidak dapat dihasilkan masakan yang
 
diinginkan. Ibu-ibu yang mencoba suatu resep masakan akan membaca satu
 
per satu langkah-langkah pembuatannya lalu ia mengerjakan proses sesuai
 
yang ia baca. Secara umum, pihak (benda) yang mengerjakan proses disebut
 
pemroses (processor). Pemroses tersebut dapat berupa manusia, komputer,
 
robot atau alat-alat elektronik lainnya. Pemroses melakukan suatu proses
 
dengan melaksanakan atau “mengeksekusi” algoritma yang menjabarkan
 
proses tersebut.
 
Algoritma adalah deskripsi dari suatu pola tingkah laku yang dinyatakan
 
secara primitif yaitu aksi-aksi yang didefenisikan sebelumnya dan diberi
 
nama, dan diasumsikan sebelumnya bahwa aksi-aksi tersebut dapat kerjakan
 
sehingga dapat menyebabkan kejadian.
 
Melaksanakan algoritma berarti mengerjakan langkah-langkah di dalam
 
algoritma tersebut. Pemroses mengerjakan proses sesuai dengan algoritma
 
yang diberikan kepadanya. Juru masak membuat kue berdasarkan resep
 
yang diberikan kepadanya, pianis memainkan lagu berdasarkan papan not
 
balok. Karena itu suatu algoritma harus dinyatakan dalam bentuk yang
 
dapat dimengerti oleh pemroses. Jadi suatu pemroses harus:
 
1. Mengerti setiap langkah dalam algoritma.
 
2. Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.
 
Tabel 1.1. Contoh-Contoh Algoritma dalam Kehidupan Sehari-hari
 
No. Proses Algoritma Contoh Langkah dalam
 
Algoritma
 
1 Membuat kue Resep kue Masukkan telur ke dalam
 
wajan, kocok sampai
 
mengembang
 
2 Membuat pakaian Pola pakaian Gunting kain dari pinggir
 
kiri bawah ke arah kanan
 
sejauh 5 cm
 
3 Merakit mobil Panduan
 
merakit
 
Sambungkan komponen
 
A dengan komponen B
 
4 Kegiatan seharihari
 
Jadwal harian Pukul 06.00: mandi pagi,
 
pukul 07.00: berangkat
 
kuliah
 
5 Mengisi voucer HP Panduan
 
pengisian
 
Tekan 888, masukkan
 
nomor voucer
 
1.1.4. Mekanisme Pelaksanaan Algoritma oleh Pemroses
 
Komputer hanyalah salah satu pemroses. Agar dapat dilaksanakan oleh
 
komputer, algoritma harus ditulis dalam notasi bahasa pemrograman
 
sehingga dinamakan program. Jadi program adalah perwujudan atau
 
implementasi teknis algoritma yang ditulis dalam bahasa pemrograman
 
tertentu sehingga dapat dilaksanakan oleh komputer.
 
Kata “algoritma” dan “program” seringkali dipertukarkan dalam
 
penggunaannya. Misalnya ada orang yang berkata seperti ini: “program
 
pengurutan data menggunakan algoritma selection sort”. Atau pertanyaan
 
seperti ini: “bagaimana algoritma dan program menggambarkan grafik
 
tersebut?”. Jika Anda sudah memahami pengertian algoritma yang sudah
 
disebutkan sebelum ini, Anda dapat membedakan arti kata algoritma dan
 
program. Algoritma adalah langkah-langkah penyelesaikan masalah,
 
sedangkan program adalah realisasi algoritma dalam bahasa pemrograman.
 
Program ditulis dalam salah satu bahasa pemrograman dan kegiatan
 
membuat program disebut pemrograman (programming). Orang yang
 
menulis program disebut pemrogram (programmer). Tiap-tiap langkah di
 
dalam program disebut pernyataan atau instruksi. Jadi, program tersusun
 
atas sederetan instruksi. Bila suatu instruksi dilaksanakan, maka operasioperasi
 
yang bersesuaian dengan instruksi tersebut dikerjakan komputer.
 
Secara garis besar komputer tersusun atas empat komponen utama yaitu,
 
piranti masukan, piranti keluaran, unit pemroses utama, dan memori. Unit
 
pemroses utama (Central Processing Unit – CPU) adalah “otak” komputer,
 
yang berfungsi mengerjakan operasi-operasi dasar seperti operasi
 
perbandingan, operasi perhitungan, operasi membaca, dan operasi menulis.
 
Memori adalah komponen yang berfungsi menyimpan atau mengingatingat.
 
Yang disimpan di dalam memori adalah program (berisi operasioperasi
 
yang akan dikerjakan oleh CPU) dan data atau informasi (sesuatu
 
yang diolah oleh operasi-operasi). Piranti masukan dan keluaran (I/O
 
devices) adalah alat yang memasukkan data atau program ke dalam memori,
 
dan alat yang digunakan komputer untuk mengkomunikasikan hasil-hasil
 
aktivitasnya. Contoh piranti masukan antara lain, papan kunci (keyboard),
 
pemindai (scanner), dan cakram (disk). Contoh piranti keluaran adalah,
 
layar peraga (monitor), pencetak (printer), dan cakram.
 
Piranti
 
masukkan
 
Unit Pemroses
 
Utama (CPU)
 
Piranti
 
Keluaran
 
Memori
 
Gambar 1.1 Komponen-Komponen Utama Komputer
 
Mekanisme kerja keempat komponen di atas dapat dijelaskan sebagai
 
berikut. Mula-mula program dimasukkan ke dalam memori komputer.
 
Ketika program dilaksanakan (execute), setiap instruksi yang telah
 
tersimpan di dalam memori dikirim ke CPU. CPU mengerjakan operasioperasi
 
yang bersesuaian dengan instruksi tersebut. Bila suatu operasi
 
memerlukan data, data dibaca dari piranti masukan, disimpan di dalam
 
memori lalu dikirim ke CPU untuk operasi yang memerlukannya tadi. Bila
 
proses menghasilkan keluaran atau informasi, keluaran disimpan ke dalam
 
memori, lalu memori menuliskan keluaran tadi ke piranti keluaran
 
(misalnya dengan menampilkannya di layar monitor).
 
1.1.5. Belajar Memprogram dan Belajar Bahasa Pemrograman
 
Belajar memprogram tidak sama dengan belajar bahasa pemrograman.
 
Belajar memprogram adalah belajar tentang metodologi pemecahan
 
masalah, kemudian menuangkannya dalam suatu notasi tertentu yang
 
mudah dibaca dan dipahami. Sedangkan belajar bahasa pemrograman
 
berarti belajar memakai suatu bahasa aturan-aturan tata bahasanya,
 
pernyataan-pernyataannya, tata cara pengoperasian compiler-nya, dan
 
memanfaatkan pernyataan-pernyataan tersebut untuk membuat program
 
yang ditulis hanya dalam bahasa itu saja. Sampai saat ini terdapat puluhan
 
bahasa pemrogram, antara lain bahasa rakitan (assembly), Fortran, Cobol,
 
Ada, PL/I, Algol, Pascal, C, C++, Basic, Prolog, LISP, PRG, bahasabahasa
 
simulasi seperti CSMP, Simscript, GPSS, Dinamo. Berdasarkan
 
terapannya, bahasa pemrograman dapat digolongkan atas dua kelompok
 
besar:
 
1. Bahasa pemrograman bertujuan khusus. Yang termasuk kelompok
 
ini adalah Cobol (untuk terapan bisnis dan administrasi). Fortran
 
(terapan komputasi ilmiah), bahasa rakitan (terapan pemrograman
 
mesin), Prolog (terapan kecerdasan buatan), bahasa-bahasa
 
simulasi, dan sebagainya.
 
2. Bahasa perograman bertujuan umum, yang dapat digunakan untuk
 
berbagai aplikasi. Yang termasuk kelompok ini adalah bahasa
 
Pascal, Basic dan C. Tentu saja pembagian ini tidak kaku. Bahasabahasa
 
bertujuan khusus tidak berarti tidak bisa digunakan untuk
 
aplikasi lain. Cobol misalnya, dapat juga digunakan untuk terapan
 
ilmiah, hanya saja kemampuannya terbatas. Yang jelas, bahasabahasa
 
pemrograman yang berbeda dikembangkan untuk
 
bermacam-macam terapan yang berbeda pula.
 
Berdasarkan pada apakah notasi bahasa pemrograman lebih “dekat” ke
 
mesin atau ke bahasa manusia, maka bahasa pemrograman dikelompokkan
 
atas dua macam:
 
1. Bahasa tingkat rendah. Bahasa jenis ini dirancang agar setiap
 
instruksinya langsung dikerjakan oleh komputer, tanpa harus
 
melalui penerjemah (translator). Contohnya adalah bahasa mesin.
 
CPU mengambil instruksi dari memori, langsung mengerti dan
 
langsung mengerjakan operasinya. Bahasa tingkat rendah bersifat
 
primitif, sangat sederhana, orientasinya lebih dekat ke mesin, dan
 
sulit dipahami manusia. Sedangkan bahasa rakitan dimasukkan ke
 
dalam kelompok ini karena alasan notasi yang dipakai dalam bahasa
 
ini lebih dekat ke mesin, meskipun untuk melaksanakan
 
instruksinya masih perlu penerjemahan ke dalam bahasa mesin.
 
2. Bahasa tingkat tinggi, yang membuat pemrograman lebih mudah
 
dipahami, lebih “manusiawi”, dan berorientasi ke bahasa manusia
 
(bahasa Inggris). Hanya saja, program dalam bahasa tingkat tinggi
 
tidak dapat langsung dilaksanakan oleh komputer. Ia perlu
 
diterjemahkan terlebih dahulu oleh sebuah translator bahasa (yang
 
disebut kompilator atau compiler) ke dalam bahasa mesin sebelum
 
akhirnya dieksekusi oleh CPU. Contoh bahasa tingkat tinggi adalah
 
Pascal, PL/I, Ada, Cobol, Basic, Fortran, C, C++, dan sebagainya.
 
Bahasa pemrograman bisa juga dikelompokkan berdasarkan pada tujuan dan
 
fungsinya. Di antaranya adalah:
 
Gambar 1.2 Pembagian Bahasa Pemrograman
 
Secara sistematis berikut diberikan kiat-kiat untuk belajar memprogram dan
 
belajar bahasa pemrograman serta produk yang dapat dihasilkan:
 
a. Belajar Memprogram
 
• Belajar memprogram: belajar bahasa pemrograman.
 
ALGORITMA & PEMROGRAMAN: Teori dan Praktik dalam Pascal Edisi Kedua
 
9
 
• Belajar memprogram: belajar tentang strategi pemecahan masalah,
 
metodologi dan sistematika pemecahan masalah kemudian
 
menuliskannya dalam notasi yang disepakati bersama.
 
• Belajar memprogram: bersifat pemahaman persoalan, analisis dan
 
sintesis.
 
• Belajar memprogram, titik berat: designer program.
 
b. Belajar Bahasa Pemrograman
 
• Belajar bahasa pemrograman: belajar memakai suatu bahasa
 
pemrograman, aturan sintaks, tatacara untuk memanfaatkan pernyataan
 
yang spesifik untuk setiap bahasa.
 
• Belajar bahasa pemrograman, titik berat: coder.
 
c. Produk yang Dihasilkan Pemrogram
 
• Program dengan rancangan yang baik (metodologis, sistematis).
 
• Dapat dieksekusi oleh mesin.
 
• Berfungsi dengan benar.
 
• Sanggup melayani segala kemungkinan masukan.
 
• Disertai dokumentasi.
 
• Belajar memprogram, titik berat: designer program.
 
1.2. Menilai Sebuah Algoritma
 
Ketika manusia berusaha memecahkan masalah, metode atau teknik yang
 
digunakan untuk memecahkan masalah itu ada kemungkinan bisa banyak
 
(tidak hanya satu). Dan kita memilih mana yang terbaik di antara teknikteknik
 
itu. Hal ini sama juga dengan algoritma, yang memungkinkan suatu
 
permasalahan dipecahkan dengan metode dan logika yang berlainan. Yang
 
menjadi pertanyaan adalah bagaimana mengukur mana algoritma yang
 
terbaik?
 
Beberapa persyaratan untuk menjadi algoritma yang baik adalah:
 
• Tingkat kepercayaannya tinggi (realibility). Hasil yang diperoleh dari
 
proses harus berakurasi tinggi dan benar.
 
• Pemrosesan yang efisien (cost rendah). Proses harus diselesaikan
 
secepat mungkin dan frekuensi kalkulasi yang sependek mungkin.
 
Bab I: Pengantar Algoritma dan Program
 
10
 
• Sifatnya general. Bukan sesuatu yang hanya untuk menyelesaikan satu
 
kasus saja, tapi juga untuk kasus lain yang lebih general.
 
• Bisa dikembangkan (expandable). Haruslah sesuatu yang dapat kita
 
kembangkan lebih jauh berdasarkan perubahan requirement yang ada.
 
• Mudah dimengerti. Siapapun yang melihat, dia akan bisa memahami
 
algoritma Anda. Susah dimengertinya suatu program akan membuat
 
susah di-maintenance (kelola).
 
• Portabilitas yang tinggi (portability). Bisa dengan mudah
 
diimplementasikan di berbagai platform komputer.
 
• Precise (tepat, betul, teliti). Setiap instruksi harus ditulis dengan
 
seksama dan tidak ada keragu-raguan, dengan demikian setiap instruksi
 
harus dinyatakan secara eksplisit dan tidak ada bagian yang dihilangkan
 
karena pemroses dianggap sudah mengerti. Setiap langkah harus jelas
 
dan pasti.
 
Contoh: Tambahkan 1 atau 2 pada x.
 
Instruksi di atas terdapat keraguan.
 
• Jumlah langkah atau instruksi berhingga dan tertentu. Artinya, untuk
 
kasus yang sama banyaknya, langkah harus tetap dan tertentu meskipun
 
datanya berbeda.
 
• Efektif. Tidak boleh ada instruksi yang tidak mungkin dikerjakan oleh
 
pemroses yang akan menjalankannya.
 
Contoh: Hitung akar 2 dengan presisi sempurna.
 
Instruksi di atas tidak efektif, agar efektif instruksi tersebut diubah.
 
Misal: Hitung akar 2 sampai lima digit di belakang koma.
 
• Harus terminate. Jalannya algoritma harus ada kriteria berhenti.
 
Pertanyaannya adalah apakah bila jumlah instruksinya berhingga maka
 
pasti terminate?
 
• Output yang dihasilkan tepat. Jika langkah-langkah algoritmanya logis
 
dan diikuti dengan seksama maka dihasilkan output yang diinginkan.
 
1.3. Penyajian Algoritma
 
Penyajian algoritma secara garis besar bisa dalam 2 bentuk penyajian yaitu
 
tulisan dan gambar. Algoritma yang disajikan dengan tulisan yaitu dengan
 
struktur bahasa tertentu (misalnya bahasa Indonesia atau bahasa Inggris)
 
dan pseudocode. Pseudocode adalah kode yang mirip dengan kode
 
pemrograman yang sebenarnya seperti Pascal, atau C, sehingga lebih tepat
 
digunakan untuk menggambarkan algoritma yang akan dikomunikasikan
 
kepada pemrogram. Sedangkan algoritma disajikan dengan gambar,
 
ALGORITMA & PEMROGRAMAN: Teori dan Praktik dalam Pascal Edisi Kedua
 
11
 
misalnya dengan flowchart. Secara umum, pseudocode mengekspresikan
 
ide-ide secara informal dalam proses penyusunan algoritma. Salah satu cara
 
untuk menghasilkan kode pseudo adalah dengan meregangkan aturan-aturan
 
bahasa formal yang dengannya versi akhir dari algoritma akan
 
diekspresikan. Pendekatan ini umumnya digunakan ketika bahasa
 
pemrograman yang akan digunakan telah diketahui sejak awal.
 
Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan
 
hubungan antar proses beserta pernyataannya. Gambaran ini dinyatakan
 
dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses
 
tertentu. Sedangkan antara proses digambarkan dengan garis penghubung.
 
Dengan menggunakan flowchart akan memudahkan kita untuk melakukan
 
pengecekan bagian-bagian yang terlupakan dalam analisis masalah. Di
 
samping itu flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk berkomunikasi
 
antara pemrogram yang bekerja dalam tim suatu proyek.
 
Ada dua macam flowchart yang menggambarkan proses dengan komputer,
 
yaitu:
 
1. Flowchart sistem yaitu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang
 
menggambarkan urutan prosedur dan proses suatu file dalam suatu
 
media menjadi file di dalam media lain, dalam suatu sistem
 
pengolahan data.
 
Beberapa contoh Flowchart sistem:
 
Dokumen Pengurutan Offline
 
Kegiatan Manual Hard Disk
 
2. Flowchart program yaitu bagan dengan simbol-simbol tertentu
 
yang menggambarkan urutan proses dan hubungan antar proses
 
secara mendetail di dalam suatu program.
 
Kaidah-Kaidah Umum Pembuatan Flowchart Program
 
Dalam pembuatan flowchart Program tidak ada rumus atau patokan yang
 
bersifat mutlak. Karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran
 
dalam menganalisis suatu masalah dengan komputer. Sehingga flowchart
 
Bab I: Pengantar Algoritma dan Program
 
12
 
Input
 
(Bahan mentah)
 
Proses Output
 
(Bahan Jadi)
 
yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan yang
 
lainnya.
 
Namun secara garis besar setiap pengolahan selalu terdiri atas 3 bagian
 
utama, yaitu:
 
???? Input,
 
???? Proses pengolahan dan
 
???? Output
 
Untuk pengolahan data dengan komputer, urutan dasar pemecahan suatu
 
masalah:
 
???? START, berisi pernyataan untuk persiapan peralatan yang
 
diperlukan sebelum menangani pemecahan persoalan.
 
???? READ, berisi pernyataan kegiatan untuk membaca data dari suatu
 
peralatan input.
 
???? PROSES, berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan
 
persoalan sesuai dengan data yang dibaca.
 
???? WRITE, berisi pernyataan untuk merekam hasil kegiatan ke
 
peralatan output.
 
???? END, mengakhiri kegiatan pengolahan.
 
Walaupun tidak ada kaidah-kaidah yang baku dalam penyusunan flowchart,
 
namun ada beberapa anjuran:
 
???? Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika yang
 
berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat.
 
???? Jalannya proses digambarkan dari atas ke bawah dan diberikan
 
tanda panah untuk memperjelas.
 
???? Sebuah flowchart diawali dari satu titik START dan diakhiri dengan
 
END.
 
Berikut merupakan beberapa contoh simbol flowchart yang disepakati oleh
 
dunia pemrograman:
 
ALGORITMA & PEMROGRAMAN: Teori dan Praktik dalam Pascal Edisi Kedua
 
13
 
Decision
 
Process
 
Input/Output
 
data
 
Document
 
Preparation
 
Predefined
 
process
 
Control
 
transfer
 
Terminator
 
Stored data
 
Off-page
 
reference
 
Loop Connector Line Connector
 
Untuk memahami lebih dalam mengenai flowchart ini, akan diambil sebuah
 
kasus sederhana.
 
Kasus:
 
Buatlah sebuah rancangan program dengan menggunakan flowchart,
 
mencari luas persegi panjang.
 
Solusi:
 
Perumusan untuk mencari luas persegi panjang adalah:
 
L ????= p. l
 
di mana, L adalah Luas persegi panjang, p adalah panjang persegi, dan l
 
adalah lebar persegi.
 
Bab I: Pengantar Algoritma dan Program
 
14
 
Keterangan 1:
 
1. Simbol pertama menunjukkan dimulainya sebuah program.
 
2. Simbol kedua menunjukkan bahwa input data dari p dan l.
 
3. Data dari p dan l akan diproses pada simbol ketiga dengan
 
menggunakan perumusan L = p. l
 
4. Simbol keempat menunjukkan hasil output dari proses dari simbol
 
ketiga.
 
5. Simbol kelima atau terakhir menunjukkan berakhirnya program
 
dengan tanda End.
 
1.4. Struktur Dasar Algoritma
 
Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Langkahlangkah
 
tersebut dapat berupa runtunan aksi (sequence), pemilihan aksi
 
(selection), pengulangan aksi (iteration) atau kombinasi dari ketiganya. Jadi
 
struktur dasar pembangunan algoritma ada tiga, yaitu:
 
1. Struktur Runtunan
 
Digunakan untuk program yang pernyataannya sequential atau urutan.
 
2. Struktur Pemilihan
 
Digunakan untuk program yang menggunakan pemilihan atau
 
penyeleksian kondisi.
 
3. Struktur Perulangan
 
Digunakan untuk program yang pernyataannya akan dieksekusi
 
berulang-ulang.
 
ALGORITMA & PEMROGRAMAN: Teori dan Praktik dalam Pascal Edisi Kedua
 
15
 
1.5. Tahapan dalam Pemrograman
 
Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah dalam
 
pemrograman dengan komputer adalah:
 
1. Definisikan Masalah
 
Berikut adalah hal-hal yang harus diketahui dalam analisis masalah
 
supaya kita mengetahui bagaimana permasalahan tersebut:
 
a. Kondisi awal, yaitu input yang tersedia.
 
b. Kondisi akhir, yaitu output yang diinginkan.
 
c. Data lain yang tersedia.
 
d. Operator yang tersedia.
 
e. Syarat atau kendala yang harus dipenuhi.
 
Contoh kasus:
 
Menghitung biaya percakapan telepon di wartel. Proses yang perlu
 
diperhatikan adalah:
 
a. Input yang tersedia adalah jam mulai bicara dan jam selesai bicara.
 
b. Output yang diinginkan adalah biaya percakapan.
 
c. Data lain yang tersedia adalah besarnya pulsa yang digunakan dan
 
biaya per pulsa.
 
d. Operator yang tersedia adalah pengurangan (-), penambahan (+),
 
dan perkalian (*).
 
e. Syarat kendala yang harus dipenuhi adalah aturan jarak dan aturan
 
waktu.
 
2. Buat Algoritma dan Struktur Cara Penyelesaian
 
Jika masalahnya kompleks, maka dibagi ke dalam modul-modul. Tahap
 
penyusunan algoritma seringkali dimulai dari langkah yang global
 
terlebih dahulu. Langkah global ini diperhalus sampai menjadi langkah
 
yang lebih rinci atau detail. Cara pendekatan ini sangat bermanfaat
 
dalam pembuatan algoritma untuk masalah yang kompleks. Penghalusan
 
langkah dengan cara memecah langkah menjadi beberapa langkah.
 
Setiap langkah diuraikan lagi menjadi beberapa langkah yang lebih
 
sederhana. Penghalusan langkah ini akan terus berlanjut sampai setiap
 
langkah sudah cukup rinci dan tepat untuk dilaksanakan oleh pemroses.
 
3. Menulis Program
 
Algoritma yang telah dibuat, diterjemahkan dalam bahasa komputer
 
menjadi sebuah program. Perlu diperhatikan bahwa pemilihan algoritma
 
yang salah akan menyebabkan program memiliki untuk kerja yang
 
kurang baik. Program yang baik memiliki standar penilaian:
 
Bab I: Pengantar Algoritma dan Program
 
a. Standar teknik pemecahan masalah
 
– Teknik Top-Down
 
Teknik pemecahan masalah yang paling umum digunakan.
 
Prinsipnya adalah suatu masalah yang kompleks dibagi-bagi ke
 
dalam beberapa kelompok masalah yang lebih kecil. Dari
 
masalah yang kecil tersebut dilakukan analisis. Jika dimungkinkan
 
maka masalah tersebut akan dipilah lagi menjadi subbagiansubbagian
 
dan setelah itu mulai disusun langkah-langkah
 
penyelesaian yang lebih detail.
 
– Teknik Bottom-Up
 
Prinsip teknik bottom up adalah pemecahan masalah yang
 
kompleks dilakukan dengan menggabungkan prosedur-prosedur
 
yang ada menjadi satu kesatuan program sebagai penyelesaian
 
masalah tersebut.
 
b. Standar penyusunan program
 
– Kebenaran logika dan penulisan.
 
– Waktu minimum untuk penulisan program.
 
– Kecepatan maksimum eksekusi program.
 
– Ekspresi penggunaan memori.
 
– Kemudahan merawat dan mengembangkan program.
 
– User Friendly.
 
– Portability.
 
– Pemrograman modular.
 
4. Mencari Kesalahan
 
a. Kesalahan sintaks (penulisan program).
 
b. Kesalahan pelaksanaan: semantik, logika, dan ketelitian.
 
5. Uji dan Verifikasi Program
 
Pertama kali harus diuji apakah program dapat dijalankan. Apabila
 
program tidak dapat dijalankan maka perlu diperbaiki penulisan
 
sintaksisnya tetapi bila program dapat dijalankan, maka harus diuji
 
dengan menggunakan data-data yang biasa yaitu data yang diharapkan
 
oleh sistem. Contoh data ekstrem, misalnya, program menghendaki
 
masukan jumlah data tetapi user mengisikan bilangan negatif. Program
 
sebaiknya diuji menggunakan data yang relatif banyak.
 
ALGORITMA & PEMROGRAMAN: Teori dan Praktik dalam Pascal Edisi Kedua
 
6. Dokumentasi Program
 
Dokumentasi program ada dua macam yaitu dokumentasi internal dan
 
dokumentasi eksternal. Dokumentasi internal adalah dokumentasi yang
 
dibuat di dalam program yaitu setiap kita menuliskan baris program
 
sebaiknya diberi komentar atau keterangan supaya mempermudah kita
 
untuk mengingat logika yang terdapat di dalam instruksi tersebut, hal ini
 
sangat bermanfaat ketika suatu saat program tersebut akan
 
dikembangkan. Dokumentasi eksternal adalah dokumentasi yang
 
dilakukan dari luar program yaitu membuat user guide atau buku
 
petunjuk aturan atau cara menjalankan program tersebut.
 
7. Pemeliharaan Program
 
a. Memperbaiki kekurangan yang ditemukan kemudian.
 
b. Memodifikasi, karena perubahan spesifikasi.
 
Pemrograman Prosedural
 
Algoritma berisi urutan langkah-langkah penyelesaian masalah. Ini berarti
 
algoritma adalah proses yang prosedural. Pada program prosedural, program
 
dibedakan antara bagian data dengan bagian instruksi. Bagian instruksi
 
terdiri dari atas runtunan (sequence) instruksi yang dilaksanakan satu per
 
satu secara berurutan oleh sebuah pemroses. Alur pelaksanaan instruksi
 
dapat berubah karena adanya pencabangan kondisional. Data yang disimpan
 
di dalam memori dimanipulasi oleh instruksi secara beruntun. Kita katakan
 
bahwa tahapan pelaksanaan program mengikuti pola beruntun atau prosedural.
 
Paradigma pemrograman seperti ini dinamakan pemrograman prosedural.
 
Bahasa-bahasa tingkat tinggi seperti Cobol, Basic, Pascal, Fortran, dan
 
C/C++ mendukung kegiatan pemrograman prosedural, karena itu mereka
 
dinamakan juga bahasa prosedural. Selain paradigma pemrograman
 
prosedural, ada lagi paradigma yang lain yaitu pemrograman berorientasi
 
objek (Object Oriented Programming atau OOP). Paradigma pemrograman
 
ini merupakan trend baru dan sangat popular akhir-akhir ini. Pada
 
paradigma OOP, data dan instruksi dibungkus (encapsulation) menjadi satu.
 
Kesatuan ini disebut kelas (class) dan instansiasi kelas pada saat run-time
 
disebut objek (object). Data di dalam objek hanya dapat diakses oleh
 
instruksi yang ada di dalam objek itu saja.
 
Paradigma pemrograman yang lain adalah pemrograman fungsional,
 
pemrograman deklaratif, dan pemrograman konkuren. Buku ini hanya
 
Bab I: Pengantar Algoritma dan Program
 
menyajikan paradigma pemrograman presedural saja. Paradigma
 
pemrograman yang lain di luar cakupan buku ini.
 
Contoh Kasus dan Penyelesaian
 
1. Menghitung luas dan keliling lingkaran
 
Proses kerjanya sebagai berikut:
 
a. Baca jari-jari lingkaran
 
b. Tentukan konstanta phi = 3.14
 
c. Hitung luas dan keliling
 
L = phi*r*r
 
K = 2*phi*r
 
d. Cetak luas dan keliling
 
2. Menghitung rata-rata tiga buah data
 
a. Algoritma dengan struktur bahasa Indonesia
 
– Baca bilangan a, b, dan c
 
– Jumlahkan ketiga bilangan tersebut
 
– Bagi jumlah tersebut dengan 3
 
– Tulis hasilnya
 
b. Algoritma dengan pseudocode
 
input (a, b, c)
 
Jml = a+b+c
 
Rerata = Jml/3
 
Output (Rerata)
 
3. Algoritma konversi suhu dalam derajat Celcius ke derajat Kalvin
 
Penyelesaian menggunakan pseudocode:
 
Input (Celcius)
 
Kalvin = Celcius + 273
 
Output (Kalvin)
INFO BARU :  Cara Membuat Aplikasi Quickqount beserta penjelasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here